Aku belum mengerti apa apa. Aku cuma hanya bisa memandang dan melihat, aku bisa mendengar. aku belum bisa bicara. namun yang aku banggakan adalah aku bisa menangis, menangis dengan keras kala aku pipis, kala aku minta susu. Sekarang aku sudah bisa mengemut emut jempolku. sesekali aku juga suka memasukan baju aku ke mulutku. baju aku, aku tarik lalu aku masukan ke dalam mulut. hhmm..rasanya seperti apa ya ? susah deh aku ceritain rasanya. mungkin inilah hal yang aku suka dari semua yang aku rasakan saat ini. nonton tv ? dengerin musik ? hmmm...gak deh..untuk saat ini aku lebih fun ngemut jempol aku saja. he..he..
Tapi aku juga menginginkan sebuah harapan. harapan yang besar yang masih tergantung di awan. aku harus bekerja keras untuk mencari tau. ilmu, dan semua apa yang akan aku rasakan nanti. semoga bisa menambah pelajaran dan rasa haus aku tentang apa yang ada di alam ini.
Senin, 18 Januari 2010
Jumat, 15 Januari 2010
Selasa, 12 Januari 2010
Tulisan Ayah ketika aku masih di rahim Ibu..
Anakkuu..kamu lagi ngapain di sana ??
Assalamualaikum Anakku...
Semoga Alloh selalu menjagamu selalu dalam lindunganNYA.
Semoga malaikat selalu menjagamu dari gangguan yang datang dari luar
Kamu masih putih bersih bahkan masih tak berwarna
Namun dikehidupanmu ku tancapkan sebuah harapan besar
Sebuah nilai kehidupan yang coba ingin ku kenalkan padamu
Apakah kamu senang menerima itu anakku ? ilmu itu ?
Sebuah pelajaran tentang ilmu keindahan Tuhan
Sebuah pelajaran mencintai manusia, memanusiakan manusia
Sebuah pelajaran mencintai kedamaian, mencintai kebersamaan
Sebuah pelajaran berdemokrasi, Sebuah pelajaran bekerja keras
Sebuah pelajaran menumbuhkan semangat, sebuah pelajaran menyimpan kesabaran
Sebuah pelajaran menghormati orang tua, leluhur kamu
Sebuah pelajaran tentang ilmu kematian, itupun kamu harus tau itu
Sebuah pelajaran berbudaya, sebuah pelajaran ber etika, bernorma dan beragama
Banyak..banyak sekali yang musti kamu tau..anakku
Kamu dan Aku tentunya kan menjadi mitra dalam sebuah pencarian..
Bukankan itu menyenangkan anakku ?
Mencari dalam rahasia alam yang tersembunyi, menyingkap sebuah kebenaran
Sebuah kebenaran yang terkadang terjawab dengan keajaiban alam,
Kelak kamu kan bisa merasakan keindahan Tuhan dalam sebuah rasa dan cinta
Kelak kamu kan mencandu dalam kerinduan yang tak pernah habis
Kelak kamu kan di bawa terbang dalam puisi puisi cinta
Bahkan kalo kamu mampu, ragamu bisa terbang meraih bersama cinta Nya.
Seperti kisah seorang sufi yang bisa berjalan di atas air anakku.
Apakah kamu tidak percaya itu ? kamu harus percaya itu, karena itu bagian dari ilmu Tuhan.
Kuncinya adalah ridhlo dari Alloh setelah Alloh mempredikatkan manusia itu sebagai kekasih Alloh.
Ohh..anakku jika Alloh sudah sayang sama manusia yang di pilihnya maka apapun yang Allah inginkan pasti bisa terjadi. itu adalah hal mudah bagi Alloh sayangku..
Atau konon cerita kontroversi Syekh siti Jenar yang di persalahkan oleh para wali sembilan, hanya karena beliau menyebut dirinya bisa menjadi tuhan.
Ohh..anaku aku tak akan mengajari tentang suatu hal yang ekstreem dalam ajaran agama
Namun perlu kamu tau, bahwa apa yang di katakan Syekh Siti Jenar bisa jadi ada benarnya.
Anakku..jikalau kecintaan dan pemujaan pada Tuhan sudah sedemikian hebat maka apapun yang dirasakan, dan yang di liat oleh manusia bisa melompat menjadi sebuah keputusan yang di luar akal sehat orang umumnya. dan biasanya akan terjadi pengucilan pada masyarakat. Hati hati anakku belajar Tassawuf kelak..karena kalo tidak pandai menggunakan maka akan terpental menjadi orang yang kafir, perpaduan ilmu akal dan hati kelak kamu harus tau itu. Belajar Tassawuf sungguh akan membuatmu menjadi mabuk cinta pada Ilahi. Namun sekali lagi Tassawuf batasnya sangat tipis, kalo salah maka akhirnya bisa di sebut menjadi orang yang tak beragama.
Pertanyaannya adalah kenapa manusia bisa melakukan seolah bisa bertemu Tuhan ?
syarat dasarnya dahulu adalah kamu harus meninggalkan semua ego dan kepentingan dunia
Sehingga Hati dan Jiwa mu menjadi bersih dan bening seperti kalbu
Semakin kau Mengenal Dia semakin kamu kan mencintai apa yang telah Dia beri
Anakku sayang..tetap nyaman di perut ibumu ya...
Salawat dan salam mari kita sampaikan anakku buat Nabi Muhammad SAW.
Yang begitu indah memberi tauladan dan akhlak yang begitu mulia
KIta harus bisa mencontohnya..namun kita hanya manusia biasa anakku
Tingkatan kita tidak sama dengan Beliau, Nabi Muhammad adalah Manusia teristimewa di mata Alloh,
Semoga Alloh memberikan tempat sebaik baik mulia di sisi NYa. Amin
Anakku...Aku kan selalu merindukanmu....
Assalamualaikum Anakku...
Semoga Alloh selalu menjagamu selalu dalam lindunganNYA.
Semoga malaikat selalu menjagamu dari gangguan yang datang dari luar
Kamu masih putih bersih bahkan masih tak berwarna
Namun dikehidupanmu ku tancapkan sebuah harapan besar
Sebuah nilai kehidupan yang coba ingin ku kenalkan padamu
Apakah kamu senang menerima itu anakku ? ilmu itu ?
Sebuah pelajaran tentang ilmu keindahan Tuhan
Sebuah pelajaran mencintai manusia, memanusiakan manusia
Sebuah pelajaran mencintai kedamaian, mencintai kebersamaan
Sebuah pelajaran berdemokrasi, Sebuah pelajaran bekerja keras
Sebuah pelajaran menumbuhkan semangat, sebuah pelajaran menyimpan kesabaran
Sebuah pelajaran menghormati orang tua, leluhur kamu
Sebuah pelajaran tentang ilmu kematian, itupun kamu harus tau itu
Sebuah pelajaran berbudaya, sebuah pelajaran ber etika, bernorma dan beragama
Banyak..banyak sekali yang musti kamu tau..anakku
Kamu dan Aku tentunya kan menjadi mitra dalam sebuah pencarian..
Bukankan itu menyenangkan anakku ?
Mencari dalam rahasia alam yang tersembunyi, menyingkap sebuah kebenaran
Sebuah kebenaran yang terkadang terjawab dengan keajaiban alam,
Kelak kamu kan bisa merasakan keindahan Tuhan dalam sebuah rasa dan cinta
Kelak kamu kan mencandu dalam kerinduan yang tak pernah habis
Kelak kamu kan di bawa terbang dalam puisi puisi cinta
Bahkan kalo kamu mampu, ragamu bisa terbang meraih bersama cinta Nya.
Seperti kisah seorang sufi yang bisa berjalan di atas air anakku.
Apakah kamu tidak percaya itu ? kamu harus percaya itu, karena itu bagian dari ilmu Tuhan.
Kuncinya adalah ridhlo dari Alloh setelah Alloh mempredikatkan manusia itu sebagai kekasih Alloh.
Ohh..anakku jika Alloh sudah sayang sama manusia yang di pilihnya maka apapun yang Allah inginkan pasti bisa terjadi. itu adalah hal mudah bagi Alloh sayangku..
Atau konon cerita kontroversi Syekh siti Jenar yang di persalahkan oleh para wali sembilan, hanya karena beliau menyebut dirinya bisa menjadi tuhan.
Ohh..anaku aku tak akan mengajari tentang suatu hal yang ekstreem dalam ajaran agama
Namun perlu kamu tau, bahwa apa yang di katakan Syekh Siti Jenar bisa jadi ada benarnya.
Anakku..jikalau kecintaan dan pemujaan pada Tuhan sudah sedemikian hebat maka apapun yang dirasakan, dan yang di liat oleh manusia bisa melompat menjadi sebuah keputusan yang di luar akal sehat orang umumnya. dan biasanya akan terjadi pengucilan pada masyarakat. Hati hati anakku belajar Tassawuf kelak..karena kalo tidak pandai menggunakan maka akan terpental menjadi orang yang kafir, perpaduan ilmu akal dan hati kelak kamu harus tau itu. Belajar Tassawuf sungguh akan membuatmu menjadi mabuk cinta pada Ilahi. Namun sekali lagi Tassawuf batasnya sangat tipis, kalo salah maka akhirnya bisa di sebut menjadi orang yang tak beragama.
Pertanyaannya adalah kenapa manusia bisa melakukan seolah bisa bertemu Tuhan ?
syarat dasarnya dahulu adalah kamu harus meninggalkan semua ego dan kepentingan dunia
Sehingga Hati dan Jiwa mu menjadi bersih dan bening seperti kalbu
Semakin kau Mengenal Dia semakin kamu kan mencintai apa yang telah Dia beri
Anakku sayang..tetap nyaman di perut ibumu ya...
Salawat dan salam mari kita sampaikan anakku buat Nabi Muhammad SAW.
Yang begitu indah memberi tauladan dan akhlak yang begitu mulia
KIta harus bisa mencontohnya..namun kita hanya manusia biasa anakku
Tingkatan kita tidak sama dengan Beliau, Nabi Muhammad adalah Manusia teristimewa di mata Alloh,
Semoga Alloh memberikan tempat sebaik baik mulia di sisi NYa. Amin
Anakku...Aku kan selalu merindukanmu....
Minggu, 10 Januari 2010
Satu Bulan Aku Di Sagara..
Tepatnya tanggal 23 Desember 2009 aku melangkahkan kakiku di Sagara. Sebuah daerah yang sejuk dan dingin. Udara di sini cukup segar, di apit oleh pegunungan yang cadas dan terjal. Tinggal di sini cukup membuat aku cinta akan kebesaran Tuhan, dan mengerti psiskologis sosial sebuah masyarakat yang terpecil. Aku pindah hari Rabu sore hari. waktu itu cuaca kurang mendukung. Hujan begitu setia menemani proses kepindahan aku dari rumah ke Sagara. Roda ban mobil bak, berputar menaiki jalan kecil nan cadas. Di suatu tanjakan yang terjal dan sangat curam itu, mobil bak yang ku naiki sempat hampir mundur, akibat selip dan licinnya jalan. Aku yang di gendong Bunda duduk di depan bersebalahan ama sopir tetap tenang saja, ya..karena aku masih belum mengerti apa itu bahaya dan apa itu sikap ketenangan. Namun bunda saat itu sempat berteriak memancarkan wajah kepanikan. Suasana begitu tegang saat bunyi mobil yang menderung keras, dengan gerakan mobil yang justru mundur begerak oleng ke kanan dan ke kiri. Dapat di bayangkan seandainya sopir yang membawa mobil ku tidak berpengalaman maka bisa jadi mobil akan jatuh dan menabrak tebing. Namun karena sang sopir cukup gesit maka mobil tertahan di tengah.
saat itu sopir turun, Ayah yang duduk di bak belakang menyuruhku untuk turun saja dan memilih jalan kaki sampai jalan yang terjal ini sudah habis sampai atas. Sopir itu, bersama Ayah membebani mobil bak dengan banyak batu agar tak selip. Kebetulan banyak batu batu besar di pinggir jalan. kemudian tanpa Bunda dan Aku, Mobil bak warna putih itu akhirnya melewati jalan terjal berhasil menaiki sampai di atas. bunda dan aku yang sudah menunggu di atas kemudian menaiki lagi mobil bak itu.
jalan yang terjal itu baru jalan terjal yang pertama, belum yang kkedua dan ketiga yang jauh lebih parah di depan.Jalan terjal pertama tlah di lalui dan tinggal jalan terjal yang kedua menghadang di depan, jalan terjal yang kedua ini begitu licin, akibat jalan aspal sudah bercampur dengan tanah. maka akan jauh lebih sulit dan membahayakan. Seperti biasa aku dan bunda di suruh Ayah untuk turun saja, jalan kaki sampai ke atas. Namun sopir saat itu untuk tetap saja menyuruh aku dan bunda diam saja di mobil, " pasti kita bisa sampai ke atas " begitu kata sopir meyakinkan. namun Ayah sangat khawatir dengan aku dan bunda, maka agar aman, aku dan bunda di minta berjalan kaki saja. Benar saja..meski sudah di isi dengan batu tetap saja sampai tengah jalan tanjakan terjal itu mobil selip kembali. terpaksa aku dan sopir menambah lagi isi bak itu dengan batu yang besar besar. akhirnya setelah melewati jalan yang berliku, licin dan terjal itu aku dan bunda dan barang barang pindahan sampai dengan selamat, Alhamdulillah.. Tapi rupanya mobil tidak sampai persis depan rumah praktek Bunda, karena jalan untuk sampai di tempat praktek bunda hanya bisa di lalui dengan motor saja. Ayah dan bunda pun akhirnya mengangkut barang barang pindahan yang di turunkan lebih dulu di lapangan Volley yang terletak di muka dusun Sagara.
saat itu sopir turun, Ayah yang duduk di bak belakang menyuruhku untuk turun saja dan memilih jalan kaki sampai jalan yang terjal ini sudah habis sampai atas. Sopir itu, bersama Ayah membebani mobil bak dengan banyak batu agar tak selip. Kebetulan banyak batu batu besar di pinggir jalan. kemudian tanpa Bunda dan Aku, Mobil bak warna putih itu akhirnya melewati jalan terjal berhasil menaiki sampai di atas. bunda dan aku yang sudah menunggu di atas kemudian menaiki lagi mobil bak itu.
jalan yang terjal itu baru jalan terjal yang pertama, belum yang kkedua dan ketiga yang jauh lebih parah di depan.Jalan terjal pertama tlah di lalui dan tinggal jalan terjal yang kedua menghadang di depan, jalan terjal yang kedua ini begitu licin, akibat jalan aspal sudah bercampur dengan tanah. maka akan jauh lebih sulit dan membahayakan. Seperti biasa aku dan bunda di suruh Ayah untuk turun saja, jalan kaki sampai ke atas. Namun sopir saat itu untuk tetap saja menyuruh aku dan bunda diam saja di mobil, " pasti kita bisa sampai ke atas " begitu kata sopir meyakinkan. namun Ayah sangat khawatir dengan aku dan bunda, maka agar aman, aku dan bunda di minta berjalan kaki saja. Benar saja..meski sudah di isi dengan batu tetap saja sampai tengah jalan tanjakan terjal itu mobil selip kembali. terpaksa aku dan sopir menambah lagi isi bak itu dengan batu yang besar besar. akhirnya setelah melewati jalan yang berliku, licin dan terjal itu aku dan bunda dan barang barang pindahan sampai dengan selamat, Alhamdulillah.. Tapi rupanya mobil tidak sampai persis depan rumah praktek Bunda, karena jalan untuk sampai di tempat praktek bunda hanya bisa di lalui dengan motor saja. Ayah dan bunda pun akhirnya mengangkut barang barang pindahan yang di turunkan lebih dulu di lapangan Volley yang terletak di muka dusun Sagara.
Minggu, 20 Desember 2009
Sebentar lagi aku di Sagara
Sagara, oh sagara. Desa ini tempatnya jauh dari keramaian. berada di ujung sebuah jalan, sebuah daerah. Bila kita menyusuri sebuah jalan, maka bila kita bertanya kemana jalan ini akan habis. maka di Sagara ini lah tempatnya. Desanya sangat terpencil, kalo di lihat dari posisinya desa ini mirip desa yang di gantung di atas. Desa Sagara berada di sebuah pegunungan paling atas. Untuk sampai di desa ini, kita harus susah payah menyusuri jalan ini. Apalagi jalannya yang hanya dua meter lebarnya sngat sulit di tempuh menggunkan mobil. menuju ke desa ini harus melewati jalan di tepian gunung, terus membentuk lingkaran yang akhirnya sampai pada desa ini paling atas. Jalannya terjal, dan sangat tajam sekali naiknya. rata rata orang yang baru pertama kali singgah di desa Sagara akan mengucapkan " Ya Allloh ini desa kok jauh amat, dan jalannya kok terjal banget. ". Begitu juga nenekku yang pertama kali berkunjung ke desa ini sampai beliau menangis sambil tertegun kenapa anakku tinggal di daerah seperti ini. Namun Ayah, tampaknya tidak mempermasalahkan kondisi geografis seperti itu. Ayah nampak menghormati keadaan seperti itu. katanya jika kita bergumam tidak mensyukuri apa yang telah di beri Tuhan maka Alam nanti akan marah, dan tidak berpihak kepada kita. Kita harus mensyukuri saja apa yang Tuhan beri pada kita. Tugas kita katanya hanyalah melaksanakan kesemua pemberian itu dengan cara ikhlas dan sabar. Insya Alloh katanya, Tuhan pasti akan membalas semua ini bila kita mampu sabar dan ikhlas. Di sini aku nanti akan bersama bunda, dan pembantu yang akan mengurus aku jika bunda pergi ke Puskesmas. Sedangkan Ayah tetap dua minggu sekali pulang ke sini. Kalo lah boleh memilih mungkin kita tidak akan memilih tuk tinggal di tempat ini, tapi karena ini demi tugas bundamu maka Kita pun harus mengikuti semua aturan pemberian Tuhan ini. begitu kata Ayah selalu membesarkan jiwaku. Bundaku memang bertugas di pelayanan masyarakat yaitu sebagai bidan desa. dan bunda di tempatkan di daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota atau kecamatan. karena bunda masih baru, maka kata Bunda, bunda harus di tempatkan di daerah yang terpencil dulu.
Udara di Sagara sejuk. bahkan dingin. di huni kira kira seribu warga. yang jelas kata Ayah kelak kamu nanti akan banyak menerima ilmu pelajaran hidup di desa ini, katanya. Ayah memang senang memperhatikan pola hidup dari sebuah masyarakat yang membentuk sebuah desa dengan tatanan sosial dan agama yang melatarbelakanginya. Di desa ini banyak sekali warganya yang memakai cadar. Tapi banyak pula yang konserevatif artiny,a warganya menganut sama seperti orang islam pada umumnya yaitu NU. Hmm..dengan siapa nanti aku berteman jika aku sudah mulai beranjak dewasa, ? di mana lahan aku tempat bermain di desa yang tidak mempunyai tanah yang lapang dan datar ini ? . Hmm..aku pasti senang dan akan menikmaati juga keadaan itu bersama orang orang yang aku cintai, Ayah, bunda..
Udara di Sagara sejuk. bahkan dingin. di huni kira kira seribu warga. yang jelas kata Ayah kelak kamu nanti akan banyak menerima ilmu pelajaran hidup di desa ini, katanya. Ayah memang senang memperhatikan pola hidup dari sebuah masyarakat yang membentuk sebuah desa dengan tatanan sosial dan agama yang melatarbelakanginya. Di desa ini banyak sekali warganya yang memakai cadar. Tapi banyak pula yang konserevatif artiny,a warganya menganut sama seperti orang islam pada umumnya yaitu NU. Hmm..dengan siapa nanti aku berteman jika aku sudah mulai beranjak dewasa, ? di mana lahan aku tempat bermain di desa yang tidak mempunyai tanah yang lapang dan datar ini ? . Hmm..aku pasti senang dan akan menikmaati juga keadaan itu bersama orang orang yang aku cintai, Ayah, bunda..
Selasa, 24 November 2009
Namaku Nazriel Ashar
Aku lahir di tanggal 23-09-09, dengan berat 2,9 kg, panjang 50 cm. Aku lahir di sebuah rumah sakit di kota yang berhawa sejuk, di Jawa Barat. Nama Rumah Sakit itu Wijaya Kusuma. Kata Ayah, aku lahir persis setelah kumandang adzan ashar, makannya aku di namakan Ashar. konon katanya, aku saat masih di kandungan sempat merepotkan ibu. Ibu mengerang kesakitan saat detik detik aku mau keluar dari rahim ibu. Ibu beberapa jam sebelum aku lahir, sudah putus asa lantaran rasa sakit dan mules yang tiada terkira. Dokter memberikan obat perangsang untuk melancarkan proses kelahiran aku ke dunia. Konon katanya, buat si Ibu bila si Ibu di beri obat perangsang, maka rasa nyeri dan mules yang hebat akan segera terasa. Maka dari itu karena reaksi obat pemacu yang diberikan dokter itulah Ibu akhirnya tidak kuasa untuk menahan rasa sakit dan mules. Kemudian Ibu menyerah dan memasrahkan pada dokter untuk di operasi Cesar saja. Ibu sudah tak kuat lagi, keringat dingin keluar dari sebagian wajah dan tubuhnya. Ayah yang terlihat masih hijau dalam urusan begini dan belum berpengalaman tidak tau apa yang harus di lakukan saat itu. Dalam batin, sang Ayah tidak ingin istrinya menderita sakit, dan ingin agar semua persalinan berjalan dengan lancaar dan normal. Tapi apa hendak di kata bila sang istri mengatakan " Ayah..aku sudah gak kuat lagi ". Semua saran dari ibu untuk di operasi pun tak bisa di tolak lagi. Kemudian Ayah berkonsultasi pada dokter yang masih muda. Kata dokter operasi pun tak akan ada apa apa, semua akan berjalan normal dan baik baik aja. Namun yang ada dalam pikiran Ayah saat itu, bahwa operasi melahirkan adalah operasi yang tergolong operasi besar hingga sempat mengkhawatirkan kondisi dan keselamatan Ibu. Belum lagi masa pemulihan setelah operasi. jika operasi gagal maka semua kesalamatan Ibu dan aku pun bisa terancam buruk.
Saat detik detik menegangkan itu, di rumah sakit hanya Ayah dan Ibu saja, Nenek dari ibu sudah pulang ke rumah tadi pagi untuk mencuci pakaian kotor ibu dari rumah sakit. Kakek dari ibu sudah tidak ada ( Meninggal saat usia ibu masih 19 tahun,karena serangan jantung mendadak ). Mbah akung dan Mbah uti ( Sebutan panggilan nenek dan kakek dari Brebes ) masih di rumah di Kubangpari Brebes. Rencananya Mbah Akung dan Mbah Uti akan menjenguk Ibu dan Ayah di Rumah setelah dhuhur. Ada perasaan sedih dan galau pada muka Ayah, di mana saat saat menegangkan seperti itu tak ada saudara dan orang yang berpengalaman di sisinya yang memberikan saran atau motivasi, apakah Operasi atau bertahan untuk melahirkan secara normal. JIka pilihan yang kedua di jalankan, Ibu sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit yang luar biasa, tapi jika opsi yang pertama di lakukan maka akan ada resiko yang musti harus di tanggung lagi. Kakak yang seorang Bidan ketika di telp menyarankan agar bertahan saja menahan rasa sakit dan terus berjuang sampai melahirkan dengan normal. tapi jerit dan tangis Ibu di samping Ayah membuat Ayah semakin tak tega melihat Ibu mengerang sakit dan terus melemas. Akhirnya Ayah pun memberi keputusan untuk di cesar. Kereta pembawa pasien untuk di operasi pun segera di siapkan. Baru saja Ibu memasuki ruang operasi yang di papah oleh bidan dan dokter kandungan, Bude yang bidan datang. " Tunggu, jangan dioperasi Dok, biarkan aja. biar aja karena menurut aku ini akan bisa bertahan sampai lahir karena kondisi janin di kandungan secara medis tak ada masalah ". begitu kata bude menyarankan kepada dokter. Lalu, bude pun memberi semangat moral kepada Ibu, di tambah lagi keberadaan Mbah akung dan Mbah uti ikut mendorong secara mental agar ibu berjuang sampai melahirkan dengan normal, tidak dengan operasi. Akhirnya Ibu pun segera menjalani apa yang di sarankan oleh bude dan Mbah akung dan Mbah uti.
Perjalanan perjuangan melahirkan aku sangat melelahkan katanya, dari jam 12 siang sampai jam 14.50. Ibu terus saja menjerit , mengerang, tangannya terus meremas dengan kuat ke pundak Ayah dan Bude yang saat itu mendampingi Ibu sampai aku lahir. Bahkan muka Ayah tak segan segannya di cakar dan di pukul. Namun Ayah tetap sabar terus mendampingi Ibu. Sesekali nafasnya terengah engah mengikuti saran nafas dari dokter agar tak terlalu banyak menekan. Akhirnya setelah Ashar aku datang ke dunia melalui kuasa Alloh SWT, aku berada di dunia ini. Aku menangis ketika baru memasuki dunia ini. Dunia di mana nanti aku akan tumbuh dewasa, Dunia di mana nanti aku bisa mempunyai teman, dunia di mana aku nanti bisa bergaul dengan sesama, di Dunia di mana nanti aku akan menemukan hal hal baru yang belum pernah aku temui selama sembilan bulan di rahim ibu. Saat aku lahir aku menangis dengan keras,.Aku diangkat oleh suster kemudian aku di bawa ke ruang isolasi di mana hanya bayi dan suster saja yang boleh masuk. aku di timbang, kemudian di bedong. tidak lama kemudian Mbah Akung mengumandangkan Adzan di pinggir telinga kananku dan Ikomat di telinga kiriku.
Kini usiaku beranjak dua bulan, banyak hal dan pelajaran yang bisa aku lihat dan saksikan selama dua bulan itu. Ternyata hidup di dunia itu menyenangkan, Mengasyikan. Aku bisa menatap wajah Ibu sekarang dengan jelas. Namun Ayah, tak pernah aku lihat. Sesekali wajah dan gambar Ayah hanya sepintas lalu di pandangan mataku. Hanya Ibu yang terus dengan jelas dan merawat aku. tapi aku bisa dengar di hati ibu kala aku di gendong dekat dengan jantungnya, di degupan hati Ibu aku merasakan Bahwa Ibu sedang menanti Ayah yang sedang bekerja di jakarta. Ayah pulang setiap dua minggu sekali untuk bertemu aku dan Ibu. Oh..Tuhan semoga Engkau memberkati semua, Ayah, Ibu dan semua orang orang yang ibu cintai dan sayangi. Amin..
Saat detik detik menegangkan itu, di rumah sakit hanya Ayah dan Ibu saja, Nenek dari ibu sudah pulang ke rumah tadi pagi untuk mencuci pakaian kotor ibu dari rumah sakit. Kakek dari ibu sudah tidak ada ( Meninggal saat usia ibu masih 19 tahun,karena serangan jantung mendadak ). Mbah akung dan Mbah uti ( Sebutan panggilan nenek dan kakek dari Brebes ) masih di rumah di Kubangpari Brebes. Rencananya Mbah Akung dan Mbah Uti akan menjenguk Ibu dan Ayah di Rumah setelah dhuhur. Ada perasaan sedih dan galau pada muka Ayah, di mana saat saat menegangkan seperti itu tak ada saudara dan orang yang berpengalaman di sisinya yang memberikan saran atau motivasi, apakah Operasi atau bertahan untuk melahirkan secara normal. JIka pilihan yang kedua di jalankan, Ibu sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit yang luar biasa, tapi jika opsi yang pertama di lakukan maka akan ada resiko yang musti harus di tanggung lagi. Kakak yang seorang Bidan ketika di telp menyarankan agar bertahan saja menahan rasa sakit dan terus berjuang sampai melahirkan dengan normal. tapi jerit dan tangis Ibu di samping Ayah membuat Ayah semakin tak tega melihat Ibu mengerang sakit dan terus melemas. Akhirnya Ayah pun memberi keputusan untuk di cesar. Kereta pembawa pasien untuk di operasi pun segera di siapkan. Baru saja Ibu memasuki ruang operasi yang di papah oleh bidan dan dokter kandungan, Bude yang bidan datang. " Tunggu, jangan dioperasi Dok, biarkan aja. biar aja karena menurut aku ini akan bisa bertahan sampai lahir karena kondisi janin di kandungan secara medis tak ada masalah ". begitu kata bude menyarankan kepada dokter. Lalu, bude pun memberi semangat moral kepada Ibu, di tambah lagi keberadaan Mbah akung dan Mbah uti ikut mendorong secara mental agar ibu berjuang sampai melahirkan dengan normal, tidak dengan operasi. Akhirnya Ibu pun segera menjalani apa yang di sarankan oleh bude dan Mbah akung dan Mbah uti.
Perjalanan perjuangan melahirkan aku sangat melelahkan katanya, dari jam 12 siang sampai jam 14.50. Ibu terus saja menjerit , mengerang, tangannya terus meremas dengan kuat ke pundak Ayah dan Bude yang saat itu mendampingi Ibu sampai aku lahir. Bahkan muka Ayah tak segan segannya di cakar dan di pukul. Namun Ayah tetap sabar terus mendampingi Ibu. Sesekali nafasnya terengah engah mengikuti saran nafas dari dokter agar tak terlalu banyak menekan. Akhirnya setelah Ashar aku datang ke dunia melalui kuasa Alloh SWT, aku berada di dunia ini. Aku menangis ketika baru memasuki dunia ini. Dunia di mana nanti aku akan tumbuh dewasa, Dunia di mana nanti aku bisa mempunyai teman, dunia di mana aku nanti bisa bergaul dengan sesama, di Dunia di mana nanti aku akan menemukan hal hal baru yang belum pernah aku temui selama sembilan bulan di rahim ibu. Saat aku lahir aku menangis dengan keras,.Aku diangkat oleh suster kemudian aku di bawa ke ruang isolasi di mana hanya bayi dan suster saja yang boleh masuk. aku di timbang, kemudian di bedong. tidak lama kemudian Mbah Akung mengumandangkan Adzan di pinggir telinga kananku dan Ikomat di telinga kiriku.
Kini usiaku beranjak dua bulan, banyak hal dan pelajaran yang bisa aku lihat dan saksikan selama dua bulan itu. Ternyata hidup di dunia itu menyenangkan, Mengasyikan. Aku bisa menatap wajah Ibu sekarang dengan jelas. Namun Ayah, tak pernah aku lihat. Sesekali wajah dan gambar Ayah hanya sepintas lalu di pandangan mataku. Hanya Ibu yang terus dengan jelas dan merawat aku. tapi aku bisa dengar di hati ibu kala aku di gendong dekat dengan jantungnya, di degupan hati Ibu aku merasakan Bahwa Ibu sedang menanti Ayah yang sedang bekerja di jakarta. Ayah pulang setiap dua minggu sekali untuk bertemu aku dan Ibu. Oh..Tuhan semoga Engkau memberkati semua, Ayah, Ibu dan semua orang orang yang ibu cintai dan sayangi. Amin..
Langganan:
Postingan (Atom)