Memasuki usia enam bulan lebih, aku sudah bisa tengkurep. Sebetulnya aku sudah bisa tengkurep sejak usia lima bulan. Waktu itu aku suka sekali melakukan aktivitas ini,.mentang mentang aku sudah bisa melakukan sesuatu yang baru, setiap kali aku bangun tidur aku selalu tengkurep.
Leherku merah merah, setelah seminggu kemarin aku mencret mencret terus. Ee ku berwarna hijau seperti ingus. Aku sering rewel, tidur gak pules. Keadaan ini aku alami selama aku masih mencret mencret. Ayah dan bunda membawaku ke dokter,.aku di beri obat. Alhamdulillah aku sudah sembuh sekarang. Tapi merah merah di leherku belum ilang. Bunda sudah memberikan salep pada leherku, tapi gak mempan, dari dokter juga di beri salep tapi gak mempan juga. Hingga seminggu dari dokter anak, aku kembali lagi ke kuningan untuk periksakan merah merah di leherku. Aku sih sebetulnya gakterlalu risau, cuma bunda ama ayah mengkhawatirkan merah merah di leherku jika tidak segera di obati di takutkan akan meluas . Rupanya merah merah di leherku karena sering terdapat keringat di leherku, kulit leherku jadi iritasi dan lembab. Setelah bunda dan ayah tau penyebabnya apa, maka aku justru tidak di beri obat apa apa. Bunda dan ayah hanya membiarkan saja..tapi bunda dan ayah melakukan perawatan yaitu dengan sering mengelap keringat yang ada di leherku. Maklum,,leherku sering tertutup karena aku gemuk dan aku gampang mengeluarkan keringat. Setellah bunda rajin sering mengelap leherku..lama lama kelamaan leherku yang memerah menjadi sembuh. Semula memerah, kemudian memutih seperti orang terkena panu di seluruh badan dengan bintik bintik putih..ehh..sekarang sudah hilang. Jadi tau aku sekarang..bunda dan ayah terlalu panic..maklum aku adalah anak pertama, jadi sakit sedikit saja,,orang tua udah panic..padahal santai aja kali ya..he..he..
Sabtu, 26 Juni 2010
Minggu, 16 Mei 2010
Aku bermain bersama bunda..
.jpg)
bunda oh..bunda..engkau manusia hebat di mataku. tak kenal lelah selalu memperhatikanku, dalam ungkapan sayang dan cinta. engkau selalu sabar memberi apayang aku ingin. engkau selalu sabar memberi pelayanan kala aku menangis meminta sesuatu. engkau selalu sabar, tuk terjaga tengah malam hanya melihat apa keingnanku malam itu.
bunda..oh bunda...lov you ku tak terkira padamu. engkau selalu sabar dalam waktu tuk membesarkan aku. engkau selalu sabar menanti perubahan atas diriku.dari hari ke hari, dari waktu ke waktu aku selalu dalam peluk kasih sayangmu, tanpa terasa sedikit demi sedikit aku pun mengalami perkembangan yang maju. aku sudah memiliki emosi kala mainanku ada yang merenggut dari gengamanku hingga aku menangis. bunda..untuk apa engkau melakukan ini kepadaku ? apakah aku ini sebagai bayi yang di turunkan ke bumi oleh Tuhan untuk mencari segala kebajikan, hingga kau pun bertanggung jawab untuk menjaga aku ?..atau karena engkau menginginkan, kelak kala aku besar aku bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara?..oh..aku terlalu jauh memikirkan itu..
yang jelas..kehangantanmu, dan kasih sayangmu yang aku rasakan saat ini dan sampai nanti adalah melebihi apa yang ada pada harapan dan angan angan. aku memang hanya butuh teman bermain dan teman yang bisa mengerti aku..dan engkaulah bunda yang ada di hatiku..karena aku merasa senang bisa selalu dekat denganmu..lov u bunda..muaaahh..
Emosi
di usia enam bulan aku sudah bisa merasakan emosi. hmm..lucu juga ya klo dipikir. Aku sudah bisa merasakan ketertarikan pada sesuatu dan entah kenapa ketika sesuatu itu di ambil dari genggmanku aku marah dan menangis . ya...sekararng aku sudah memiliki perasaaan emotional. ketika mainanku yang sedang aku pegang di ambil oleh bunda atau ayah atau mba lia aku langsung marah dana mengangis....
Sabtu, 17 April 2010
Jelang Malam
Langit kembali gelap, ujan rintik selalu menemani jelang tutup hari, udara dingin kembali menyelimuti penduduk desa sagara. Tempat desa tercinta di mana aku 5 bulan di besarkan. Tempat di mana ada sebuah desa di atas bukit. Aku bersama warga penduduk sagara selalu di peluk oleh gunung dan pepohonan yang menjuntai tinggi. Kabut di sore hari mulai merangkak naik,.seakan ingin menutupi desaku. Suasana malam, kabut, pepohonan tinggi dan struktur bukit yang menjulang tinggi seakan berbisik, mengompakkan untuk segera melindungi desa sagara. Masing masing segera tunaikan tugasnya, kabut mulai mengisi celah celah desaku, malam mulai menutupi langit desaku, pepohonan besar dan bukit yang tinggi mulai mengokohkan akar mereka seolah ingin menyembunyikan desaku dari gangguan roh jahat. Tuhan..inikah semua keajaibanMu,.pada manusia yang telah Engkau ciptkan,.? Dengan Kuasamu Engkau telah menggerakkan fenomena alam kian cerdas hingga aku takjub dengan kuasaMu yang tiada tara. Engkau melindungiku hingga aku bersama penduduk sagara bisa aman dan tentram meski aku hidup berada di atas bukit,. Tuhan aku sangat mencintai mereka, aku sangat mencintai orang orang di sagara. Meski dalam sebuah desa yang kecil dan terpencil mereka tetap tidak mengeluh. Mereka nampak sangat menikmati kehidupannya setiap hari. .
Tuhan..aku di sini selalu ingin mencari Hikmah tersembunyiMu, karena Engkau lah yang maha kuasa karena Engkau lah yang maha pengasih dan penyayang. Tuhan..sampaikan salam pada baginda Rosul Nabi Muhammad semoga aku bisa meneladani keteldanan beliau pikiran pikiran beliau. Tuhan aku di sini bersama bundaku, semoga Engkau selalu melindungi keluarga tercintaku Ayah, dan bunda ku. Semoga Ayah selalu dalam lindungan Mu. Amin.
Tuhan..aku di sini selalu ingin mencari Hikmah tersembunyiMu, karena Engkau lah yang maha kuasa karena Engkau lah yang maha pengasih dan penyayang. Tuhan..sampaikan salam pada baginda Rosul Nabi Muhammad semoga aku bisa meneladani keteldanan beliau pikiran pikiran beliau. Tuhan aku di sini bersama bundaku, semoga Engkau selalu melindungi keluarga tercintaku Ayah, dan bunda ku. Semoga Ayah selalu dalam lindungan Mu. Amin.
Sabtu, 13 Maret 2010
Aku terkena campak
7 Maret 2010
Aku terkena campak
Saat usiaku menginjak lima bulan, aku terkena campak. Sebelumnya aku di bawa ke dokter zenal kuningan, seminggu sebelum aku kena campak. Saat itu aku di periksa dengan sakit pilek. Idungku sering keluar ingus dan kata bunda, tidurku suka ngorok akibat banyak lendir di tenggorokanku. Kata dokter zaenal lendirku banyak sekali dan sembuhnya akan lama. Bunda juga di peringatkan agar tidak menyusui aku sambil tidur karena bisa menyebabkan tersedak yang di khawatirkan akan masuk ke paru paru. Aku di timbang dengan berat badan 7,8 kg. Aku di beri obat penghilang lendir dan kemudian di asap. Sementara aku di asap, ayah malah merekam dengan kamera phone nya. Obat dari dokter aku minum, dan alhamdulillah aku berangsur mulai pulih. Aku tidak ngorok lagi.
Tapi ketika acara keluarga besar mbah uti mengadakan kumpulan. Aku bersama ayah, bunda, bude pak de, teh vira dan a izal main dan nginep di rumah mbah uti. Mbah uit dan mbah akung mengadakan arisan alumni haji. Dan kebtulan anak dan cucu mbah uti datang semua termasuk aku. Aku menjadi cucu yang paling kecil. Saat itu aku merasa kurang tidur. Badanku sebentar bentar di angkat ke gendongan yang satu ke yang lain. Maklum bayi seusiaku masih lucu lucunya hingga banyak yang ingin menciumku dan menggendongku krn gemasnya. Aku sulit tidur, karena banyak suara keras yang mengagetkanku saat aku bobo, suara saudara saudaraku yang berlari lari, mas jorgi, mas mikel dan mba tata. Aku di rumah mbah uti tidak cukup waktu banyak untuk tidur. Ketika bunda dan ayah membawaku naik motor barulah aku bisa tidur, tapi kemudian aku bangun ketika aku akan di rebahkan di tempat tidur. Cuaca di rumah mbah uti begitu panas, hingga aku sering keluar keringat. Untungnya ada kipas angin hingga aku bisa tidur sedikit lama.
aku kembali pulang ke sagara hari minggu sore naik motor bersama bunda dan mba lia. Ayah tidak ikut karena ayah ikut pak de beni berangkat dari rumah mbah uti. Ada perasaan terpisah antara aku dan ayah ketika ayah hendak ke jakarta. Ketika aku ingin bisa berkumpul degan ayah dan bunda tapi ayah justru berpisah menjalankan kewajiban bekerja. Aku lihat ayah berlinang matanya saat aku duduk di mobil pak de. Ayah dari luar mobil mengatakan " hati hati ya tong..dede ama bunda dulu ke sagara, ayahnya ke jakarta ya ama pak de beni " aku yang masih kecil hanya bisa bengong dan tidak merespon apa apa ketika ayah berkata spt itu. Namun dalam hatiku ada perasaan berat saat ayah mengatakan spt itu. Begitulah perasaan ketika sebuah keluarga yang mestinya bersatu dan berkumpul tapi malah berpisah hanya beberapa hari saja dalam seminggu atau dua minggu. Fenomena seperti ini tidak aneh lagi di temui mengingat keadaan sekarang jauh berbeda dengan dulu. Dan kondisi seperti itu tidak saja terjadi pada ayah dan bunda namun terjadi juga di banyak orang. Itulah dampak dari pembangunan yang bersifat sentralistik, tidak meratanya pembangunan ekonomi di setiap daerah.
Dua hari dari rumah mbah uti, bunda di telp kembali oleh nenek ( panggilan nenek dari kuningan ) katanya bunda di suruh pulang ke kuningan ada sesuatu yang penting katanya. Aku kembali di bawa turun lagi naik motor ke ciwaru. Lalu dari ciwaru aku naik mobil temen bunda ke kuningan. Di rumah nenek lah aku mulai merasakan panas badan, demam, suhu badanku naik, dari tubuhku, wajahku keluar merah merah. Aku di bawa ke dokter zaenal, kata dokter aku di khawatirkan kena gejala demam berdarah, dokter menyarankanku agar aku kembali lagi dalam lima hari apabila panasnya belum mereda. Aku di beri obat oleh dokter dan bunda menyuapi aku minum obat. Satu hari dari dokter, panas belum mereda malah merah merah di badanku semakin jadi, tengah malam kata bunda badanku panas sekali, aku selalu terbangun dari tidur. Tapi kata bunda meski badanku panas, mulutku malah ngoceh apa aja tapi tidak menangis. Dua hari badanku masih panas, barulah bunda tau bahwa ternyata aku terkena campak. Kata orang campak hanya terjadi sekali seumur hidup. Dan gejala campak di tandai keluarnya bintik bintik merah di seluruh badan,.wajah jadi bengep seperti wajah petinju yang sering terkena pukulan, mataku jadi sipit karena wajah dan pipi yang membengkak. Cara penyembuhan campak memang agak bersabar, kalo semua warna merah di kulit dan bintik bintik keluar semua barulah campak sudah mulai sampai titik puncak. Setelah fase ini hanya tinggal penyembuhan saja atau recovery. Proses pemulihan di tandai dengan badan mulai dingin, malah menjadi dingin, dan bintik merah berangsur angsur hilang. Saat itulah suhu badan mulai normal kembali. Penanganan atau obat buat campak adalah dengan mengoleskan bedak yang tidak wangi ke sekujur badan, dan hindari kena angin dan air karena akan menyebabkan meningkatnya kembali suhu panas badan dan gatal. Alhamdulillah aku sudah sembuh sekarang. Trima kasih ya Alloh karena dengan ridhlo Mu lah aku bisa sembuh, mudah mudahan Engkau selalu menjagaku selalu dalam keadaan sehat. Hanya kepada Mu lah aku mengucapkan trimakasih karena Engkau lah yang Maha menyembuhkan.
Aku terkena campak
Saat usiaku menginjak lima bulan, aku terkena campak. Sebelumnya aku di bawa ke dokter zenal kuningan, seminggu sebelum aku kena campak. Saat itu aku di periksa dengan sakit pilek. Idungku sering keluar ingus dan kata bunda, tidurku suka ngorok akibat banyak lendir di tenggorokanku. Kata dokter zaenal lendirku banyak sekali dan sembuhnya akan lama. Bunda juga di peringatkan agar tidak menyusui aku sambil tidur karena bisa menyebabkan tersedak yang di khawatirkan akan masuk ke paru paru. Aku di timbang dengan berat badan 7,8 kg. Aku di beri obat penghilang lendir dan kemudian di asap. Sementara aku di asap, ayah malah merekam dengan kamera phone nya. Obat dari dokter aku minum, dan alhamdulillah aku berangsur mulai pulih. Aku tidak ngorok lagi.
Tapi ketika acara keluarga besar mbah uti mengadakan kumpulan. Aku bersama ayah, bunda, bude pak de, teh vira dan a izal main dan nginep di rumah mbah uti. Mbah uit dan mbah akung mengadakan arisan alumni haji. Dan kebtulan anak dan cucu mbah uti datang semua termasuk aku. Aku menjadi cucu yang paling kecil. Saat itu aku merasa kurang tidur. Badanku sebentar bentar di angkat ke gendongan yang satu ke yang lain. Maklum bayi seusiaku masih lucu lucunya hingga banyak yang ingin menciumku dan menggendongku krn gemasnya. Aku sulit tidur, karena banyak suara keras yang mengagetkanku saat aku bobo, suara saudara saudaraku yang berlari lari, mas jorgi, mas mikel dan mba tata. Aku di rumah mbah uti tidak cukup waktu banyak untuk tidur. Ketika bunda dan ayah membawaku naik motor barulah aku bisa tidur, tapi kemudian aku bangun ketika aku akan di rebahkan di tempat tidur. Cuaca di rumah mbah uti begitu panas, hingga aku sering keluar keringat. Untungnya ada kipas angin hingga aku bisa tidur sedikit lama.
aku kembali pulang ke sagara hari minggu sore naik motor bersama bunda dan mba lia. Ayah tidak ikut karena ayah ikut pak de beni berangkat dari rumah mbah uti. Ada perasaan terpisah antara aku dan ayah ketika ayah hendak ke jakarta. Ketika aku ingin bisa berkumpul degan ayah dan bunda tapi ayah justru berpisah menjalankan kewajiban bekerja. Aku lihat ayah berlinang matanya saat aku duduk di mobil pak de. Ayah dari luar mobil mengatakan " hati hati ya tong..dede ama bunda dulu ke sagara, ayahnya ke jakarta ya ama pak de beni " aku yang masih kecil hanya bisa bengong dan tidak merespon apa apa ketika ayah berkata spt itu. Namun dalam hatiku ada perasaan berat saat ayah mengatakan spt itu. Begitulah perasaan ketika sebuah keluarga yang mestinya bersatu dan berkumpul tapi malah berpisah hanya beberapa hari saja dalam seminggu atau dua minggu. Fenomena seperti ini tidak aneh lagi di temui mengingat keadaan sekarang jauh berbeda dengan dulu. Dan kondisi seperti itu tidak saja terjadi pada ayah dan bunda namun terjadi juga di banyak orang. Itulah dampak dari pembangunan yang bersifat sentralistik, tidak meratanya pembangunan ekonomi di setiap daerah.
Dua hari dari rumah mbah uti, bunda di telp kembali oleh nenek ( panggilan nenek dari kuningan ) katanya bunda di suruh pulang ke kuningan ada sesuatu yang penting katanya. Aku kembali di bawa turun lagi naik motor ke ciwaru. Lalu dari ciwaru aku naik mobil temen bunda ke kuningan. Di rumah nenek lah aku mulai merasakan panas badan, demam, suhu badanku naik, dari tubuhku, wajahku keluar merah merah. Aku di bawa ke dokter zaenal, kata dokter aku di khawatirkan kena gejala demam berdarah, dokter menyarankanku agar aku kembali lagi dalam lima hari apabila panasnya belum mereda. Aku di beri obat oleh dokter dan bunda menyuapi aku minum obat. Satu hari dari dokter, panas belum mereda malah merah merah di badanku semakin jadi, tengah malam kata bunda badanku panas sekali, aku selalu terbangun dari tidur. Tapi kata bunda meski badanku panas, mulutku malah ngoceh apa aja tapi tidak menangis. Dua hari badanku masih panas, barulah bunda tau bahwa ternyata aku terkena campak. Kata orang campak hanya terjadi sekali seumur hidup. Dan gejala campak di tandai keluarnya bintik bintik merah di seluruh badan,.wajah jadi bengep seperti wajah petinju yang sering terkena pukulan, mataku jadi sipit karena wajah dan pipi yang membengkak. Cara penyembuhan campak memang agak bersabar, kalo semua warna merah di kulit dan bintik bintik keluar semua barulah campak sudah mulai sampai titik puncak. Setelah fase ini hanya tinggal penyembuhan saja atau recovery. Proses pemulihan di tandai dengan badan mulai dingin, malah menjadi dingin, dan bintik merah berangsur angsur hilang. Saat itulah suhu badan mulai normal kembali. Penanganan atau obat buat campak adalah dengan mengoleskan bedak yang tidak wangi ke sekujur badan, dan hindari kena angin dan air karena akan menyebabkan meningkatnya kembali suhu panas badan dan gatal. Alhamdulillah aku sudah sembuh sekarang. Trima kasih ya Alloh karena dengan ridhlo Mu lah aku bisa sembuh, mudah mudahan Engkau selalu menjagaku selalu dalam keadaan sehat. Hanya kepada Mu lah aku mengucapkan trimakasih karena Engkau lah yang Maha menyembuhkan.
Minggu, 07 Februari 2010
Tuhan berikan aku jalan kemudahan..
21 januari 2010
Tuhan..berikan aku kemudahan dalam perjalanan hidup
hari ini bibi yang mengasuh aku minta pulang ke rumah kampung halamannya. kakinya terkena rematik, dan asam uratnya kambuh lagi. bibi sudah merawat aku selama aku di sagara satu bulan. meskipun baru satu bulan namun tenaga bibi sungguh sangat membantu aku selama aku di sagara. ketika bunda ke puskesmas, bibi lah yang merawat aku sampai bunda pulang. bunda ke puskesmas setiap hari selasa dan kamis. memang, seminggu bunda hanya meninggalkan aku cuma dua hari saja. itupun dari jam 7,30 sampai jam 1 siang. namun entah kenapa selama tidak ada bunda aku tidak bisa diam, selalu menangis. beruntunglah aku, meski di tinggal bunda kerja, masih ada bibi menemani aku. bibi baik, dan sudah berpengalaman memegang anak masih bayi seperti aku. selama bunda tidak ada segala kebutuhan dan permintaan aku, bibi yang melayani.
desa sagara yang mempunyai geografis alam pegunungan dengan struktur permukaan tanah bebatuan, antara rumah yang satu dengan yang lain saling berhimpitan persis seperti rumah rumah di padat penduduk. namun kalo di kota besar rumah rumah mereka berhimpitan itu karena lahan yang sudah padat, di sagara rumah berhimpitan karena sulitnya mendapatkan permukaan tanah yang rata. sehingga ketika satu bagian tanah kecil itu sudah di huni beberapa rumah, maka terpaksa mereka yang ingin mendirikan rumah harus mencari permukaan tanah yang lain yang agak melandai. jalan di dusun ini berlika liku yang hanya mempunyai lebar kurang lebih 3/4 meter. jadi kalo di jalan bertemu dua motor berhadapan maka motor yang satu harus berhenti dulu mempersilahkan motor yang lain lewat. begitu kecilnya jalan hingga sering ada kejadian motor terpeleset ke selokan akibat sempitnya jalan. bagi yang tidak hati hati dan tidak tahan mental, menaiki motor mengelilingi ruas jalan di dusun ini bisa sangat membahayakan. bunda yang belum bisa menaiki motor tentu tidak berani mencoba coba belajar naik motor di dusun ini.
bibi yang sudah sebulan merawat aku memutuskan untuk pulang ke rumah kampung halaman. bibi sudah berusia hampir 60 tahun, cucunya sudah empat. bibi menjanda di usia 50 tahun, suaminya meninggal akibat serangan jantung mendadak. rumah bibi masih satu kampung dengan mbah uti di jawa tengah. rumah bi tarwis kecil, namun di huni oleh cucu dan beberapa anaknya. sebelum bibi memutuskan pulang, bibi sudah pernah mengutarakan niatnya untuk pulang, alasannya karena bibi merasa kasian cucunya yang baru lahir sudah di tinggal. bibi ingin bersama cucu nya dulu, dia gak mau bekerja dulu katanya. namun kata bibi, kalo di pikir pikir tidak kerja gak ada penghasilan. begitulah keadaan ekonomi bibi dan bagaimana perasaan bibi kepada cucunya.
bibi pulang di antar ojeg ke jawa tengah ( brebes ), bunda memberikan ongkos transport 100 ribu pada ojeg itu. jarak dari sagara ke rumah bibi di jawa tengah berkisar 75 km. kalo naik motor di tempuh kurang lebih 1,5 jam. kini, aku bersama bunda berdua di Sagara. kalo bunda mau ke puskesmas gimana dengan aku ? atau kalo pengganti bibi masih belum bisa gendong aku nanti gimana kalo bunda mau ke puskesmas ? Tuhan..berikan jalan kemudahan dalam perjalnan hidup aku, bunda dan Ayah..
Tuhan..berikan aku kemudahan dalam perjalanan hidup
hari ini bibi yang mengasuh aku minta pulang ke rumah kampung halamannya. kakinya terkena rematik, dan asam uratnya kambuh lagi. bibi sudah merawat aku selama aku di sagara satu bulan. meskipun baru satu bulan namun tenaga bibi sungguh sangat membantu aku selama aku di sagara. ketika bunda ke puskesmas, bibi lah yang merawat aku sampai bunda pulang. bunda ke puskesmas setiap hari selasa dan kamis. memang, seminggu bunda hanya meninggalkan aku cuma dua hari saja. itupun dari jam 7,30 sampai jam 1 siang. namun entah kenapa selama tidak ada bunda aku tidak bisa diam, selalu menangis. beruntunglah aku, meski di tinggal bunda kerja, masih ada bibi menemani aku. bibi baik, dan sudah berpengalaman memegang anak masih bayi seperti aku. selama bunda tidak ada segala kebutuhan dan permintaan aku, bibi yang melayani.
desa sagara yang mempunyai geografis alam pegunungan dengan struktur permukaan tanah bebatuan, antara rumah yang satu dengan yang lain saling berhimpitan persis seperti rumah rumah di padat penduduk. namun kalo di kota besar rumah rumah mereka berhimpitan itu karena lahan yang sudah padat, di sagara rumah berhimpitan karena sulitnya mendapatkan permukaan tanah yang rata. sehingga ketika satu bagian tanah kecil itu sudah di huni beberapa rumah, maka terpaksa mereka yang ingin mendirikan rumah harus mencari permukaan tanah yang lain yang agak melandai. jalan di dusun ini berlika liku yang hanya mempunyai lebar kurang lebih 3/4 meter. jadi kalo di jalan bertemu dua motor berhadapan maka motor yang satu harus berhenti dulu mempersilahkan motor yang lain lewat. begitu kecilnya jalan hingga sering ada kejadian motor terpeleset ke selokan akibat sempitnya jalan. bagi yang tidak hati hati dan tidak tahan mental, menaiki motor mengelilingi ruas jalan di dusun ini bisa sangat membahayakan. bunda yang belum bisa menaiki motor tentu tidak berani mencoba coba belajar naik motor di dusun ini.
bibi yang sudah sebulan merawat aku memutuskan untuk pulang ke rumah kampung halaman. bibi sudah berusia hampir 60 tahun, cucunya sudah empat. bibi menjanda di usia 50 tahun, suaminya meninggal akibat serangan jantung mendadak. rumah bibi masih satu kampung dengan mbah uti di jawa tengah. rumah bi tarwis kecil, namun di huni oleh cucu dan beberapa anaknya. sebelum bibi memutuskan pulang, bibi sudah pernah mengutarakan niatnya untuk pulang, alasannya karena bibi merasa kasian cucunya yang baru lahir sudah di tinggal. bibi ingin bersama cucu nya dulu, dia gak mau bekerja dulu katanya. namun kata bibi, kalo di pikir pikir tidak kerja gak ada penghasilan. begitulah keadaan ekonomi bibi dan bagaimana perasaan bibi kepada cucunya.
bibi pulang di antar ojeg ke jawa tengah ( brebes ), bunda memberikan ongkos transport 100 ribu pada ojeg itu. jarak dari sagara ke rumah bibi di jawa tengah berkisar 75 km. kalo naik motor di tempuh kurang lebih 1,5 jam. kini, aku bersama bunda berdua di Sagara. kalo bunda mau ke puskesmas gimana dengan aku ? atau kalo pengganti bibi masih belum bisa gendong aku nanti gimana kalo bunda mau ke puskesmas ? Tuhan..berikan jalan kemudahan dalam perjalnan hidup aku, bunda dan Ayah..
Keseharianku
19 januari 2009
keseharianku
Mmhhh...mmmhh..kerjaku setiap hari minum cucu, tidur, dan tidur. berat badanku di usia empat bulan kurang empat hari ini 7 kg kurang dua ons. kata bunda berat badanku menyusut 2 ons. Ahh..aku tak perlu memusingkan aku harus gemuk atau harus kurus. yang penting buat aku adalah aku bisa minum cucu dan bisa bercengkrama bermain dengan bunda. bagiku bunda adalah segalanya dalam hidupku. dia yang merawatku semenjak aku bangun tidur pagi hari sampai aku tidur kembali menjelang malam. inilah ritme kehidupanku dari mulai bangun tidur pagi hari.
jam 4,30 pagi biasanya aku selalu bangun lebih awal dari bunda dan bibi. kadang aku melek sendiri di tengah pagi buta itu. bunda yang masih tidur di sampingku tidak tau kalo aku sudah bangun. aku menerawang ke atap, apabila sudah lama aku melek biasanya aku menangis hingga membangunkan bunda. lalu aku nenen ma bunda. sambil berada di pelukan bunda aku tertidur kembali. hingga jam 7 - 8 pagi aku di bangunkan untuk mandi pagi. setelah mandi aku minum susu formula lalu tidur lagi. kali ini aku biasanya tidur agak lama karena tidur setelah mandi rasanya enak banget. siang, sekitar jam 11 aku bangun. biasanya kalo siang aku di ajak bibi keluar rumah. meilhat pemandangan alam di sekitar rumah yang masih asri. alam pegunungan yang berudara bersih dan alami membuat aku sangat mencintai alam, mencintai dzat yang menciptakan alam, yang menciptakan aku, Alloh swt.
setelah cukup lama aku bermain di luar meski hanya bisa di gendong gendong aku kembali ke rumah. pagi ini aku mendapatkan kemajuan. saat bunda pergi ke puskesmas. aku bisa tidur di atas ayunan yang di pasang di tengah pintu kamar. biasanya aku selalu menangis saat tubuhku di rebahkan di ayunan ini. namun entah kenapa saat itu aku bisa menikmati rebahan di ayunan hingga aku tertidur pulas. sore aku bangun, mandi lalu minum susu lagi. setelah itu aku tidur lagi. sesekali aku bangun karena gak betah celanaku basah akibat pipis. itulah ritme kehidupan aku menjelang 4 bulan.
keseharianku
Mmhhh...mmmhh..kerjaku setiap hari minum cucu, tidur, dan tidur. berat badanku di usia empat bulan kurang empat hari ini 7 kg kurang dua ons. kata bunda berat badanku menyusut 2 ons. Ahh..aku tak perlu memusingkan aku harus gemuk atau harus kurus. yang penting buat aku adalah aku bisa minum cucu dan bisa bercengkrama bermain dengan bunda. bagiku bunda adalah segalanya dalam hidupku. dia yang merawatku semenjak aku bangun tidur pagi hari sampai aku tidur kembali menjelang malam. inilah ritme kehidupanku dari mulai bangun tidur pagi hari.
jam 4,30 pagi biasanya aku selalu bangun lebih awal dari bunda dan bibi. kadang aku melek sendiri di tengah pagi buta itu. bunda yang masih tidur di sampingku tidak tau kalo aku sudah bangun. aku menerawang ke atap, apabila sudah lama aku melek biasanya aku menangis hingga membangunkan bunda. lalu aku nenen ma bunda. sambil berada di pelukan bunda aku tertidur kembali. hingga jam 7 - 8 pagi aku di bangunkan untuk mandi pagi. setelah mandi aku minum susu formula lalu tidur lagi. kali ini aku biasanya tidur agak lama karena tidur setelah mandi rasanya enak banget. siang, sekitar jam 11 aku bangun. biasanya kalo siang aku di ajak bibi keluar rumah. meilhat pemandangan alam di sekitar rumah yang masih asri. alam pegunungan yang berudara bersih dan alami membuat aku sangat mencintai alam, mencintai dzat yang menciptakan alam, yang menciptakan aku, Alloh swt.
setelah cukup lama aku bermain di luar meski hanya bisa di gendong gendong aku kembali ke rumah. pagi ini aku mendapatkan kemajuan. saat bunda pergi ke puskesmas. aku bisa tidur di atas ayunan yang di pasang di tengah pintu kamar. biasanya aku selalu menangis saat tubuhku di rebahkan di ayunan ini. namun entah kenapa saat itu aku bisa menikmati rebahan di ayunan hingga aku tertidur pulas. sore aku bangun, mandi lalu minum susu lagi. setelah itu aku tidur lagi. sesekali aku bangun karena gak betah celanaku basah akibat pipis. itulah ritme kehidupan aku menjelang 4 bulan.
Langganan:
Postingan (Atom)